Progres Pembangunan Flyover Latumenten Capai 63 Persen
Progres pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, telah mencapai 63 persen memasuki pekan ke-40 pelaksanaan pekerjaan. Salah satu pekerjaan paling krusial yakni erection girder di area perlintasan kereta api telah rampung.
"mengatasi kemacetan,"
Selain pekerjaan tersebut, pembangunan juga terus berlanjut pada sejumlah komponen lainnya, di antaranya borepile jembatan penyeberangan orang (JPO), spun pile dan pilehead, pier, pelat jembatan, barrier, pemasangan PCU girder, landasan elastomerik, pembangunan skywalk, hingga halte Transjakarta yang nantinya akan terintegrasi dengan Stasiun Grogol.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, capaian tersebut menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan, termasuk penyelesaian erection girder di area perlintasan kereta api.
Dilengkapi Lift, JPO GOR Ciracas Hadir dengan Sentuhan Budaya Betawi“Proses erection girder di area perlintasan kereta api merupakan salah satu tahapan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Seluruh pekerjaan dilaksanakan melalui perencanaan yang matang serta pengawasan yang ketat, dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan konstruksi,” ujarnya, Kamis (30/7).
Wenny menjelaskan, kehadiran Flyover Latumeten memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, mulai dari meningkatkan keselamatan dengan menghilangkan perlintasan sebidang kereta api, mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Jakarta Barat, mempermudah perpindahan antarmoda melalui konektivitas antara Halte Transjakarta dan Stasiun Grogol, hingga mendukung kelancaran operasional perjalanan kereta api.
“Flyover Latumeten dibangun sebagai bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta meningkatkan konektivitas transportasi sekaligus mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi akibat perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut,“ tandasnya.
Sebagai informasi, infrastruktur Flyover Latumenten terdiri atas dua bentang. Arah Slipi memiliki panjang sekitar 435 meter dengan lebar 11 meter, sedangkan arah Grogol memiliki panjang sekitar 420 meter dengan lebar yang sama. Masing-masing dilengkapi dua lajur kendaraan umum dan satu lajur busway. Pembangunan flyover ini ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.